Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Dilansir dari Bangkok Post, Badan Bea Cukai Thailand merupakan badan pemerintahan kedua di ASEAN yang mengadopsi teknologi Blockchain untuk platform logistik dan pertukaran informasi. Adopsi teknologi Blockchain ini bertujuan untuk merampingkan prosedur yang sudah ada.

Badan Bea Cukai bekerja sama dengan IBM Thailand dan Maersk

Badan Bea Cukai Thailand bekerja sama dengan IBM Thailand Co dan penyedia logistik Maersk dalam mengadopsi platform bernama TradeLens. Platform ini akan mendukung kebijakan Thailand 4.0.

TradeLens merupakan platform perdagangan digital yang memungkinkan pelacakan kontainer logistik dan pembagian informasi yang efisien serta akurat antar-anggota platform. TradeLens sebelumnya telah diperkenalkan terlebih dulu di Singapura.

Penasihat utama dalam pengembangan Sistem Insentif Kepabeanan untuk Badan Bea Cukai Thailand, Chuchai Udompote mengatakan bahwa mereka telah bekerja sama dengan IBM dan TradeLens sejak Oktober lalu. Platform ini akan diimplementasikan di Pelabuhan Laem Chabang, Chon Buri untuk pertama kali dan dilanjutkan di Pelabuhan Bangkok.

TradeLens mendigitalkan proses pengiriman berbasis kertas

Platform TradeLens dikembangan bersama oleh AP Moller-Maersk dan IBM. Platform ini mendigitalkan proses pengiriman berbasis kertas, kemudian menghasilkan data end-to-end yang instan dan tidak dapat diubah.

Patama Chantaruck, wakil presiden untuk ekspansi Indocina dan direktur pelaksana IBM Thailand, mengatakan bahwa penerapan teknologi Blockchain dalam berbagai bentuk akan menguntungkan semua pemilik kepentingan di ekosistem logistik global serta mendorong modernisasi perdagangan di tingkat nasional, regional, dan internasional.

Lebih lanjut, Patama Chantaruck mengatakan bahwa TradeLens akan menyediakan alat pelacakan otomatis dan tidak dapat diubah untuk Badan Bea Cukai Thailand. Alat pelacakan ini akan membuat alur kerja lebih aman, transparan, efisien, dan sederhana. Selain itu, anggota yang ada dalam ekosistem jaringan juga dapat berbagi informasi secara real-time.

TradeLens memperbaiki kelemahan sistem rantai pasokan global

Platform TradeLens akan memungkinkan otoritas bea cukai menerima data pengiriman segera setelah kontainer meninggalkan pelabuhan asal. Platform ini juga memberikan petugas lebih banyak waktu untuk bersiap menerima kiriman, memungkinkan pemeriksaan yang lebih efisien serta menyeluruh untuk penipuan maupun pemalsuan, dan memastikan proses pengumpulan pendapatan lebih konsisten serta transparan.

Prosedur hitam di atas putih dianggap telah menciptakan sejumlah kelemahan di seluruh sistem rantai pasokan global, termasuk informasi yang tidak akurat, keterlambatan karena input data, dan kurangnya transparansi.

Teknologi Blockchain di sini dipilih karena berpotensi meningkatkan kepercayaan di antara mitra dagang. Seluruh catatan transaksi dibagikan di dalam jaringan dan dapat diakses secara real-time oleh siapapun yang diizinkan atau diberi akses.

Sumber: Blockchain easing customs process

Email

Email

CoinToday.id © 2020. All rights reserved.

CoinToday.id © 2020. All rights reserved.